Rd.Adi Kusuma

Rd.Adi Kusuma

Minggu, 15 Juli 2012

FOTO - FOTO KEJADIAN MANUSIA ALLAHU AKBAR


Berikut ini beberapa seleksi fotografer Swedia bernama Lennart Nilsson. Dia terkenal dengan foto2 in vivo embrio manusia dan subjek2 kedokteran lainnya yang dulu dianggap tidak bisa diabadikan lewat foto.
Dia menggunakan sebuah endoskop untuk membuat gambar2 menakjubkan ini!
Dalam seri foto ini, dia menguak semua rahasia – bagaimana kehidupan berawal!!! Bukti keagungan Tuhan!!! Subhanallah!!!
Ini bukan ilustrasi, bukan pula hasil ilustrasi.. This is real!!!



Perjalanan panjang sperma menuju sel telur:


Sperma yang telah bersusah payah berenang siap membuahi sel telur..

Pembuahan:

Dinding rahim yang baru siap dibuahi:

Sel telur yang dibuahi menuju dinding rahim:


Embrio mulai terbentuk, disini yang terlihat adalah awal pembentukan kepala:

Sudah mulai berbentuk:












Manusia sempurna, yang siap berjuang melawan hidup…

Cara mengambil gambarnya pakai alat endoskop. Bentuknya alatnya seperti ini :

MENGAPA KAUM SYI'AH MELAKUKAN RITUAL BERDARAH INI ?....


Hari Asyura adalah hari ke-10
pada bulan Muharram dalam kalender Islam.
Hari ini diperingati sebagai bentuk penghormatan terhadap kesyahidan Husain bin Ali,
cucu dari Nabi Muhammad S.A.W
yang terbunuh pada pertempuran
Karbala tahun 61 H (680).
Menjelang datangnya hari Asyura,
umat Muslim Syi'ah biasa menggelar ritual berdarah dengan menyakiti tubuh mereka sendiri
dengan cambuk pisau.



MANGGALA SUKMA

MANGGALA SUKMA

MANGGALA SUKMA

MANGGALA SUKMA

MANGGALA SUKMA

KEINDAHAN ALAM MENAKJUBKAN



Kehidupan berjalan begitu cepat, setiap hari kita selalu dipaksa untuk bekerja dan bekerja. Disibukkan dengan aktifitas yang terus menerus berulang setiap waktu.
 

Namun dibalik kesibukkan kita, berhentilah sesaat untuk melihat sekeliling kita. Karya Tuhan yang sangat indah akan memanjakan hidup mata Anda dan sejenak lupakan kesibukkan dunia Anda.
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma
manggala sukma