Rd.Adi Kusuma
Minggu, 02 Desember 2012
Jumat, 30 November 2012
Al Fahm (Pemahaman)
3. Cahayanya nyala api adalah Pengetahuan ('llm) hakikat, panasnya adalah Kenyataan ('Ayn) hakikat, dan Penyatuan dengannya adalah Kebenaran (Haqq) hakikat.
6. Wahai kau yang ragu-ragu! Jangan persamakan 'aku' (insani) dengan 'Aku' Ilahi -- janganlah sekarang, janganlah di masa depan nanti, janganlah pula di masa lampau dulu. Bahkan, kendatipun 'aku' itu merupakan pencapaian seorang 'Arif, kendatipun ini
merupakan keadaan (hal) spiritual, namun itu bukanlah kesempurnaan. Kendatipun 'aku' adalah milik-Nya, namun 'aku' bukanlah Dia.
__________________________________________________
Selasa, 20 November 2012
Mencari Obat Hati dan Agama Kepada Para Waliyullaah dan Orang-orang Sholih
من
تقدم كانوا يطوفون الشرق و الغرب فى طلب الأولياء و الصالحين الذذين هم
أطباء القلوب و الدين فاذا حصل لهم واحد منهم طلبوا منه دواء لأديانهم, و
أنتم اليوم أبغض اليكم الفقهاء و العلماء و الأولياء الذين هم المؤدبون و
المعلمون فلا جرم لا يقع بأيديكم الدواء , أيش ينفع علمي و طبي معك فكل يوم
أبني لك أساسا و أنت تنقضه , أصف لك دواء و لا تستعمله , أقول لك لا تأكل
هذه اللقمة فيها سم كل هذه ففيها دواء فتخالفني و تأكل التي فيها السم , عن
قريب يظهر ذلك فى بنية دينك و ايمانك , انى أنصحك و لا أفزع من سيفك و لا
اريد ذهبك , من يكون مع الله عز و جل لا يفزع من أحد فى الجملة لا من جن و
لا من انس و لا من حشرات الأرض و سباعها و هوامها و لا من شيئ من المخلوقات
بأسرها , لا تجدروا بالشيوخ العمال بالعلم أنتم جهال بالله عز و جل و رسله
و الصالحين من عباده ال الواقفين معه الراضين بأفعاله , كل السلامة فى
الرضا بالقضاء و قصى الأمل و الزهد فى الدنيا فاذا رأيتم فى أنفسكم ضعفا
فدونكم بذكر الموت و قصر الأمل , قال صلى الله عليه و لم حكاية عن الله عز و
جل :
ما تقرب المتقربون الي بأفضل من أداءما افترضت عليهم , و لا يزال
عبدي يتقرب الي بالنوافل حتى أحبه فاذا أحببته كنت له سمعا و بصرا و يدا و
مؤيدا , فبي يسمع و بي ينصر و بي يبطش
Artinya:
“Orang-orang
pada zaman dahulu menjelajahi bumi bagian Timur dan Barat
untuk mencari
para waliyullah dan orang-orang shaleh,
di mana mereka adalah para
dokter hati dan agama.
Ketika mereka menemukan salah satu wali Allah
atau orang shaleh,
mereka akan meminta obat bagi agama mereka.
Sedangkan
kalian,
saat ini orang yang paling kalian benci adalah para fuqaha
(para ahli fiqih), ulama, dan para wali Allah, yang statusnya sebagai
para pendidik dan pengajar.
Maka, tidak heran jika kamu tidak
mendapatkan obat bagi agamamu.
Ilmu dan obat
apapun yang aku berikan, itu akan memberi manfa’at kepadamu.
Setiap hari
aku membangun pondasi bagimu, tapi malah kamu merusaknya.
Aku sudah
menjelaskan obatnya kepadamu, “Jangan makan makanan itu,
karena di
dalamnya mengandung racun, makan ini saja karena di dalamnya obat.
”
Namun, kamu tidak mau menuruti perkataanku dengan memakan makanan yang
mengandung racun. Sebentar lagi dampak makanan tersebut akan kelihatan
pada bangunan agama dan imanmu.
Aku hanya menasehatimu.
Aku tidak takut
pada pedangmu dan tidak menginginkan emasmu.
Barangsiapa yang senantiasa
bersama Allah Subhanahu wa ta’aala,
maka tidak akan takut pada siapa
pun, baik pada jin, manusia, serangga tanah, binatang buas,
maupun jenis
makhluk lainnya.
Janganlah kamu melecehkan para guru yang beramal dengan ilmunya,
Janganlah kamu melecehkan para guru yang beramal dengan ilmunya,
sedang kamu adalah orang yang tidak mengenal
Allah Subhanahu wa ta’aala,
para Rasul-Nya, orang-orang shaleh dari
hamba-Nya
yang senantiasa bersama-Nya dan ridha pasa segala
perbuatan-Nya.
Seluruh keselamatan hanya dapat diperoleh dengan
keridhaan pada qadha-Nya,
memperoleh harapan, dan menjauhi dunia.
Jika
kamu melihat kelemahan dalam dirimu,
segeralah kamu mengingat mati dan
memperpendek harapan.
Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda, hikayat dari Allah ‘azza wa jalla,
“Para mutaqarrib (orang-orang yang
mendekatkan diri pada Allah)
tidak mendekatkan diri kepadaku dengan
sesuatu yang lebih utama
dari apa yang telah Aku wajibkan kepada mereka
dan hamba-Ku terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah
sunnah sampai Aku mencintainya.
Jika Aku sudah mencintainya,
Aku menjadi
penglihatan, pendengaran, tangan, dan penolong baginya.
Dengan diri-Ku
ia mendengar, dengan diri-Ku ia melihat, dan dengan diri-Ku ia menyerang
dengan penuh kekuatan.”
Wallaahu a’lam.
Wallaahu a’lam.
Senin, 19 November 2012
Pembebasan Al-Quds dan Perjanjian Aelia oleh Umar bin AlKhattab RA
Setelah melakukan pembebasan Al Quds (Aelia) dari tangan Romawi pada
tahun 15H / 636M, sayyidina Umar bin Al Khattab RA kemudian menuliskan
perjanjian yang menjamin keamanan dan keselamatan seluruh penduduk
Aelia, baik jiwa, harta maupun kebebasan beragama mereka.
Perjanjian tersebut kemudian terkenal dengan nama Perjanjian Aelia (ميثاق ايليا) atau Perjanjian Umar (العهدة العمرية) yang ditanda tangani pada tanggal 20 Rabiul Awal 15H (5-2-636 M). Isi perjanjian tersebut sebagai berikut:
Perjanjian tersebut kemudian terkenal dengan nama Perjanjian Aelia (ميثاق ايليا) atau Perjanjian Umar (العهدة العمرية) yang ditanda tangani pada tanggal 20 Rabiul Awal 15H (5-2-636 M). Isi perjanjian tersebut sebagai berikut:
بسم الله الرحمن الرحيم
هذا
ما أعطى عبد الله عمر أمير المؤمنين أهل إيليا من الأمان. أعطاهم أماناً
لأنفسهم وأموالهم ولكنائسهم وصلبانهم وسقيمها وبريئها وسائر ملتها.
أنه
لا تسكن كنائسهم ولا تهدم ولا ينتقص منها ولا من حيزها ولا من صليبهم ولا
من شئ من أموالهم، ولا يكرهون على دينهم ولا يضار أحد منهم ولا يسكن بإيليا
معهم أحد من اليهود.
وعلى
أهل إيليا أن يعطوا الجزية كما يعطى أهل المدائن. وعليهم أن يخرجوا منها
الروم واللصوت. فمن أخرج منهم فإنه آمن على نفسه وماله حتى يبلغوا مأمنهم،
ومن أقام منهم فهو آمن وعليه مثل ما على أهل إيليا من الجزية يبلغوا
مأمنهم، ومن أقام منهم فهو أمن وعليه مثل ما على أهل إيليا من الجزية ومن
أحب من أهل إيليا أن يسير بنفسه وماله مع الروم يخلى بيعهم وصلبهم حتى
بلغوا أمنهم، ومن كان بها من أهل الأرض قبل مقتل فلان فمن شاء منهم قعد
وعليه ما على أهل إيليا من الجزية، ومن شاء صار مع الروم، ومن شاء رجع إلى
أهله. فإنه لا يؤخذ منهم شئ حتى يحصد حصادهم.
وعلى ما في هذا الكتاب عهد الله وذمة رسوله وذمة الخلفاء وذمة المؤمنين إذا أعطوا الذي عليهم من الجزية.
شهد على ذلك خالد بن الوليد وعمرو بن العاص وعبد الرحمن بن عوف ومعاوية بن أبى سفيان وكتب وحضر سنة خمس عشر
Terjemah:
Dengan Nama Allah Yang Maha Esa Pengasih dan Maha Penyayang.
Dengan Nama Allah Yang Maha Esa Pengasih dan Maha Penyayang.
Inilah jaminan keamanan yang diberikan `Abdullah, Umar, Amir al-Mu`minin kepada penduduk Aelia:
Ia
menjamin mereka keamanan untuk jiwa dan harta mereka, dan untuk
gereja-gereja dan salib-salib mereka, serta dalam keadaan sakit ataupun
sehat, dan untuk agama mereka secara keseluruhan. Gereja-gereja mereka
tidak akan diduduki dan tidak pula dirusak, dan tidak akan dikurangi
sesuatu apapun dari gereja-gereja itu dan tidak pula dari lingkungannya;
serta tidak dari salib mereka, dan tidak sedikitpun dari harta kekayaan
mereka (dalam gereja-gereja itu).
Mereka tidak akan dipaksa meninggalkan agama mereka, dan tidak dari
seorangpun dari mereka boleh diganggu. Dan di Aelia tidak seorang Yahudi
pun boleh tinggal bersama mereka.
Atas penduduk Aelia diwajibkan membayar jizyah sebagai jizyah itu dibayar oleh penduduk kota-kota yang lain (di Syria). Mereka berkewajiban mengeluarkan orang-orang Romawi dan kaum al-Lashut dari Aelia. Tetapi jika dari mereka (orang-orang Romawi) ad keluar (meninggalkan Aelia) maka ia (dijamin) aman dalam jiwa dan hartanya sampai tiba di daerah keamanan mereka (Romawi).
Dan jika ada yang mau tinggal, maka iapun akan dijamin aman. Dia
berkewajiban membayar jizyah seperti kewajiban penduduk Aelia. Dan jika
ada dari kalangan penduduk Aelia yang lebih senang untuk menggabungkan
diri dan hartanya dengan Romawi, serta meninggalkan gereja-gereja dan
salib-salib mereka, maka keamanan mereka dijamin berkenaan dengan jiwa
mereka, gereja mereka dan salib-salib mereka, sampai mereka tiba di
daerah keamanan mereka sendiri (Romawi). Dan siapa saja yang telah berada di sana (Aelia) dari kalangan penduduk setempat (Syria) sebelum terjadinya perang tertentu (yakni, perang pembebasan Syrya oleh tentara Muslim),
maka bagi yang menghendaki ia dibenarkan tetap tinggal, dan ia
diwajibkan membayar jizyah seperti kewajiban penduduk Aelia; dan jika ia
menghendaki, ia boleh bergabung dengan orang-orang Romawi, atau jika ia
menghendaki ia boleh kembali kepada keluarganya sendiri. Sebab tidak
ada suatu apapun yang boleh diambil dari mereka (keluarga) itu sampai mereka memetik panenan mereka.
Atas
apa yang tercantum dalam lembaran ini ada janji Allah, perlindungan
Rasul-Nya, perlindungan para Khalifah dan perlindungan semua kaum
beriman, jika mereka (penduduk Aelia) membayar jizyah yang menjadi kewajiban mereka.
Menjadi
saksi atas perjanjian ini Khalod Ibn al-Walid, `Amr Ibn al-Ashsh,
`Abdurrahman Ibn `Awf, dan Mu`awiyah Ibn Abi Sufyan. Ditulis dan
disaksikan tahun lima belas (Hijriah).Enam Pertanyaan Imam al-Ghazali
Suatu hari, Imam al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu
beliau bertanya beberapa hal. Pertama, "Apa yang paling dekat dengan
diri kita di dunia ini?. "
Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)
Lalu Imam al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah "MASA LALU."
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (QS. Al- a'araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (QS. Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah 'meninggalkan SHALAT'. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.
Lantas pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah "lidah MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)
Lalu Imam al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah "MASA LALU."
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (QS. Al- a'araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (QS. Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah 'meninggalkan SHALAT'. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.
Lantas pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah "lidah MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)

