Rd.Adi Kusuma

Rd.Adi Kusuma

Sabtu, 14 Juli 2012

OLAH RAGA OLAH RASA OLAH FIKIR

Posted By.Yudha Manggala
Assalamualaikum wr.wb

Wahai pembaca sekalian yang dirahmati ALLAH s.w.t,


Adapun semua kata yang terbaca, yang terpandang, maka sebanyak  itu juga maaf  yang kupinta bagi ketiadaan waktu mengemas halaman yang dho'if lagi jahil ini.

Benarlah masa itu milik ALLAH dan sangat beruntunglah bagi mereka yang senantiasa menjaga dirinya dengan beramal  agar membawa bekal di akhirat kelak.

Ingin pertama sekali menyatakan Syukur tiada terhingga atas nikmatNYA yang hakikatnya tetap ujian bagi saya yang serba kekurangan ini

ANTARA SILAT & SHOLAT

Sesungguhnya Sholat itu berat untuk dilaksanakan. Tetapi lebih berat lagi sholat berjama'ah serta menyusun saf dalam sholat berjama'ah. Begitulah, berjuang itu susah. Tetapi lebih susah lagi berjuang secara berjama'ah. Susah untuk menjadi tentara yang tersusun, ta'at dan waRa’ kepada jama'ah. Sulit untuk di mengerti, diterima dan dilaksanakan kecuali oleh orang yang dimudahkan oleh Allah dengan karunia ‘khusyu’ dan insaf’

“Dalam Melaksanakan ibadah sHolat berjama'ah, kita tak boleh berdiri sendirian di belakang saf. Kalau kita tinggal seorang diri, kita perlu tarik kawan di hadapan ke belakang untuk bersama dgn kita. Dalam perjuangan dan dakwah juga kita tak boleh berjuang sendirian,sudah seharusnya kita berteman dan berjama'ah.

Mengapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selalu mengingatkan para sahabatnya tentang sholat ? Padahal mustahil di kalangan mereka ada yang melalaikannya. Maksud yang tersirat dari kata-kata Baginda yang amat mengasihi umatnya itu sebenarnya terlalu mendalam. Walau apapun nama dan gelaran kita, kedudukan dan pangkat, tahap ilmu dan amal ibadah kita, hendaklah kita senantiasa selalu perbaharui dan selidiki kesempurnaan ibadah sholat kita. Tidak semestinya seorang alim ulama telah lulus dari ujian ibadah  sholatnya. Karena setiap manusia diciptakan dengan potensi ‘kelalaian’ yang tak akan pernah hilang dari kehidupannya. Manakala salah satu sifat orang beriman yang bijaksana adalah ''dia senantiasa selalu merasa dirinya lalai dan kurang sempurna''. Berbahagialah bagi mereka yang masih ‘sadar diri’ di atas segala kelemahannya!

PERSOALAN YANG PERLU DIFIKIRKAN

Setelah bertahun-tahun mengerjakan ibadah sholat, kadang-kadang kita merasa terlalu hebat hingga dapat menghabiskannya dalam waktu tak sampai lima menit. Karena terlalu mudah, ringan dan senang akhirnya sikap mempermudah-mudah dan meremehkan sholat menjadi kebiasaan. Padahal jika anda mendengar cerita Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu anha:

”Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersama-sama dengan kami, ketika datang waktu sholat, maka seolah-olah Baginda Shallallahu alaihi wasallam tidak mengenal kami dan kami pun tidak mengenal Baginda.” Anda akan mengerti betapa beratnya perkara sholat ini, yang telah merampas segala perhatian keluarga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam daripada urusan duniawi!

TANYALAH DIRI KITA

Asim bin Isam bercerita: “Suatu hari aku menginap di rumah imam Ahmad bin Hanbal. Beliau membawakan air (whudu') lalu meletakkannya untukku. Pagi harinya, beliau melihat air itu seolah tak tersentuh. Beliau berkata: “Subhanallah! Seorang penuntut ilmu tak punya wirid di waktu malam?!” Diceritakan Al-Khatib dalam Al-Jamik li akhlaq al-Rawi.
Apa agaknya ucapan Imam Ahmad bin Hanbal melihat manusia seperti kita yang, jangankan sholat malam, bahkan subuh
pun sering terlewat?

Mujahadah senantiasa dalam amali,
Muraqabah amal jangan dilupai,
Muahadah hati senantiasa dicermati,
Muhasabah diri selalu diingati…

Kamal ALLAH dalam adab,
Qahhar ALLAH dalam tegas,
Jamal ALLAH dalam pandangan,
Jalal ALLAH dalam ibadat…

Wallahu a’lam..

==============================================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada
Komentar yang mengarah ke tindakan spam akan di hapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter.