Rd.Adi Kusuma

Rd.Adi Kusuma

Sabtu, 14 Juli 2012

BERGURU DENGAN WALI ALLAH



Seorang kenalan telah bertanya kepada saya tentang kebenaran dan hakikat , bahwa datang kepada mereka beberapa roh wali-wali dan roh-roh itu berinteraksi dengan mereka. Bahkan dalam beberapa keadaan, roh-roh tersebut membantu mereka menyembuhkan penyakit dan mengajar mereka beberapa ilmu dan hikmah. Sebelum menjawab persoalan yang menyentuh akidah ini, saya ingin tujukan kepada golongan yang mempercayai akan kedatangan roh tersebut beberapa soalan.
Di antaranya adalah:-

1- Adakah mereka yakin dan mengetahui bahwa yang datang itu adalah roh, sedangkan mereka juga tidak mengenali roh?
Dan Allah SWT pula berfirman:
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh, maka katakanlah:
“Roh itu termasuk dalam urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberikan pengetahuan
melainkan sedikit”. Surah al-Isra’:85.

 Karena itu, apakah alamat yang membolehkan mereka kenal bahwa yang datang itu adalah roh?

2- Kalaulah benar roh yang datang, mengapa ia datang dan memasuki jasad orang lain, kenapa ia tidak datang kembali kepada jasadnya? Tidakkah lebih baik dan munasabah roh orang yang mati itu datang dan memasuki jasadnya, berbanding memasuki jasad orang lain?

3- Adakah benar roh orang yang mati itu boleh kembali dan memasuki mana saja jasad yang ingin dimasukinya atau mana saja jasad orang yang disuruh oleh pemanggilnya?

Tidakkah ini bertentangan dengan fakta yang difahami daripada firman Allah SWT: Sehinggalah datang kepada salah seorang daripada mereka itu kematian,
dia akan berkata:
“Wahai Tuhanku, kembalikan daku (ke dunia) {99} supaya aku dapat berbuat amalan salih (kebaikan) yang aku tinggalkan”.

Sekali-kali tidak!
Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja.
Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan{100}
. Surah al-Isra’: 99 dan 100.
Ayat ini menerangkan bahawa sesudah kematian mereka berada di alam berzakh, yaitu satu kehidupan yang baru yang membatasi antara dunia dan akhirat.

4- Roh orang yang mati akan berada di alam barzakh.
Itulah akidah kita orang Islam.
Adakah roh yang sudah kembali ke alam barzakh
boleh datang semula ke alam dunia, sedangkan dua alam ini berlainan?
Tidakkah manusia dengan segala kecanggihan yang ada tidak mampu
untuk kembali berada dalam alam rahim setelah keluar dari perut ibunya,
sekalipun pada alam yang sama?

5- Alam barzakh bukan lagi tempat beramal.
Lalu Kenapa roh itu datang dan berinteraksi dengan manusia...
bahkan menolong manusia?
Adakah lagi amalan yang mampu dibuat setelah roh meninggalkan jasad,
sedangkan Allah SWT berfirman:

Dan belanjakanlah
sebagian daripada apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian
kepada salah seorang daripada kamu,
lalu dia berkata:
“Wahai Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat,
yang menyebabkan aku mampu bersedekah dan aku termasuk dalam golongan orang-orangyang sholih?”
.
Surah al-Munafiqun: 10.

6- Jika benar roh yang datang,
kenapa dia tidak mengambil peluang ini untuk bertaubat,
bersedekah dan melakukan segala jenis amalan kebajikan?
Tidakkah ini lebih baik baginya daripada membuang masanya dengan berbual-bual kosong dan memperkenalkan dirinya kepada manusia?
Ataukah memang mereka dihalang untuk kembali walaupun sesaat ke dunia ini?

7- Jika benar roh yang datang dan membantu manusia (membuat kebaikan),
maka persoalannya apakah roh itu akan mendapat pahala daripada amalannya itu? sedangkan Rasulullah s.a.w. bersabda:
Apabila mati seorang anak adam, maka terputuslah segala amalannya,
melainkan tiga perkara:
yaitu pahala amalannya yang dilakukan semasa hidupnya , sedekah yang berkekalan, atau ilmu yang dimanfa'atkan
atau anak yang solih yang berdoa kepadanya
.
Hadis riwayat Muslim daripada Abu Hurairah.

8- Dan jika roh itu datang dan mengganggu manusia (membuat dosa),
adakah dia akan dianggap berdosa?
Tidakkah perhitungan amalan manusia hanya sesudah roh keluar daripada jasad?
Allah SWT berfirman:
Dan beribadatlah kepada Tuhanmu sehingga datang kepadamu keyakinan (kematian). Surah al-Hijr: 99.
Tidakkah dua akidah ini berseberangan?

9- Kalaulah dikatakan bahwa roh yang membuat amalan sholeh itu diberikan pahala, maka tidakkah ini membawa kepada mengingkari ayat-ayat suci al-Qur’anul Karim dan juga Hadis-hadis Nabi s.a.w.?
Ini karena dunia ini tempat beramal, dan alam selepasnya adalah tempat balasan. Tidakkah benar begitu?

10-Dan jika dijawab bahwa roh itu tidak akan mendapat pahala,
maka siapakah yang akan mendapat pahala daripada amalan sholeh
yang dilakukannya tadi?
Atau memang roh tidak boleh kembali sebagaimana yang mereka percayai itu?

11-Dan jika ia melakukan pembohongan dan dosa, adakah ia akan berdosa?
Maka jika dijawab dengan ya,
maka apabila ia akan dikenakan adzab siksaan kuburnya?
Atau orang yang mempercayai kedatangan roh itu
menolak aqidah seksaan kubur?
Dan bilakah roh ini akan mengetahui kedudukannya ?

Sedangkan Allah SWT berfirman:
Kamu telah dilalaikan oleh sikap ingin bermegah-megah
(dengan memperbanyakkan harta, pengaruh, pangkat dan sebagainya).
Sehinggalah kamu memasuki kubur.
Jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui.
Kemudian, janganlah begitu
(karena) kelak kamu akan mengetahui.
Janganlah begitu, jika kamu mengetahui
dengan pengetahuan yang yakin.
Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim.
Kemudian kamu sesungguhnya benar-benar akan
melihatnya dengan a'inul yaqin
(mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat).
Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan
.
Surah at-Takasur: 1-8.

12-Dan jika dikatakan bahwa roh itu tidak berdosa,
sebaliknya yang berdosa ialah orang yang dimasukinya.
Maka persoalannya ialah,
tidakkah ini berlawanan dengan akidah Islam
yang menganggap bahwa seseorang itu tidak akan menanggung dosa orang lain?
Kenapa dia dipersalahkan sedangkan roh orang lain yang melakukannya?
Firman Allah SWT:
Dan seseorang yang berdosa tidaklah memikul dosa orang yang lain.
Surah al-Isra’: 15

13-Ada roh yang datang mengaku bahwa ia adalah roh wali si fulan
atau Nabi Khidir dan sebagainya.
Adakah benar dakwaan roh tersebut,
sedangkan kita tidak mengenalinya dan tidak juga mengenali jasadnya?
Kita hanya mengenali sirahnya.
Kalaulah manusia yang nampak dilihat ini boleh mengaku apa saja namanya
karena kita tidak mengenalinya, maka tidakkah persoalan yang sama boleh kita letakkan ke atas roh ghaib yang datang tadi?

14- Kalaulah benar roh yang datang itu roh para wali,
kenapakah ia datang membantu kita?
Tidakkah lebih munasabah ia pergi membantu saudara-saudara kita
yang dibunuh dengan kejam oleh orang-orang Yahudi, Amerika dan juga Rusia?
Atau pergi membantu  remaja-remaja muslimah yang  didzholimi oleh lelaki jahat atau bukan mahramnya?
Tidakkah ini lebih baik jika ia mampu untuk pergi menolong
siapa saja yang dikehendakinya?

15-Tidakkah Allah SWT saja yang berkuasa mencabut roh? Tidakkah orang yang menganggap bahwa yang datang itu adalah roh mengetahui bahwa :
Allah SWT berfirman:
Allah (jualah yang) memegang jiwa (roh manusia) ketika matinya
dan (Dia jugalah yang memegang) jiwa (roh) yang belum mati diwaktu tidurnya.
Maka Dia tahankan jiwa (roh orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa (roh) yang lain sampai waktu yang ditentukan.
Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah)
bagi kaum yang berfikir (menggunakan akal fikiran)
.
Surah az-Zumar: 42.
Adakah mereka tidak beriman dengan ayat suci ini
atau dalam hati mereka ada penutup
yang menyebabkan mereka menolak ayat-ayat Allah SWT?

16-Kalaulah roh itu dapat datang setelah dipanggil,
kenapa tak dipanggil saja roh Saidina Hamzah, Khalid al-Walid, Saidina Umar dan seumpama mereka untuk membantu menguatkan kekuatan Islam?
Kenapa tak dipanggil saja roh Imam Syafi'e, Maliki, Ghazali, Nawawi dan seumpama mereka untuk diajukan persoalan masalah-masalah fiqh yang baru dan terkini?

17- Diriwayatkan dalam suatu hadist, Rasulullah SAW  bersabda:
Kubur itu adalah satu taman daripada taman-taman syurga
atau satu lubang daripada lubang-lubang neraka
. Riwayat Tirmizi.
Kalaulah roh yang baik yang datang, kenapakah mereka bersusah payah datang sedangkan mereka berada dalam kenikmatan?

18-Dan jika roh orang yang berdosa yang datang, tidakkah ini telah membebaskan ia daripada azab kuburnya?
Mungkin semua roh orang yang berdosa akan keluar untuk melepaskan diri daripada azab kuburnya? Adakah ini benar bagi orang yang berakidah dengan akidah Islam yang benar?

19-Tidakkah mempercayai kedatangan kembali roh itu berarti menolak banyak daripada ayat-ayat suci al-Qur’anul Karim dan juga Hadis-Hadis Nabi s.a.w.? Manakah yang lebih patut bagi seorang yang beragama Islam,
antara mempercayai ayat-ayat suci al-Qur’anul Karim
dan juga Hadis-Hadis Nabawi
atau mempercayai suara yang hanya menumpang jasad orang lain
dan mendakwa ia adalah roh si Fulan bin si Fulan?

20-Adakah orang yang mempercayai kedatangan roh itu akan tetap bersikukuh dengan pegangannya itu setelah dikemukakan persoalan-persoalan ini?
Atau mereka akan bertaubat dan kembali kepada kebenaran
dan Beriman kepada Allah SWT
Allah SWT berfirman :
Maka tanyalah orang-orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.
Surah an-Nahli: 43.

Setelah diajukan solan-soalan ini, maka saya dengan yakin mengatakan bahwa yang datang itu bukanlah roh orang yang sudah mati. Yang datang dan mengaku sebagai roh wali si fulan dan si fulan tidak lain melainkan jin yang ingin menyesatkan dan memperdayakan manusia. Mungkin kita tidak nampak akan kemudharatannya, karena ia seumpama meletakkan racun yang halus di dalam madu yang manis. Memohon pertolongan jin menuju kepada kesyirikan. Dan boleh jadi juga yang datang itu adalah “Qarin” si mati yang senantiasa mendampingi si mati semasa hayatnya. Kerana itulah dia sangat mengenalinya dan menyerupainya. Semoga kita semua selamat daripada tipu daya syaitan. Allah Maha Mengetahui.

========================================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada
Komentar yang mengarah ke tindakan spam akan di hapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter.